Momentum Earth Hour yang baru saja berlalu kembali mengingatkan kita pada pentingnya langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Gerakan global ini bukan sekadar simbol, melainkan panggilan untuk mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih ramah terhadap bumi. Di tengah kesibukan aktivitas perkotaan, kantor menjadi salah satu ruang yang memiliki potensi besar untuk menerapkan praktik hijau.
Sejak pertama kali diinisiasi pada 2007, Earth Hour telah menjadi gerakan kolektif yang melibatkan jutaan orang di lebih dari 180 negara. Aksi mematikan lampu selama satu jam bukan hanya soal penghematan energi, tetapi juga pesan kuat bahwa langkah kecil bisa memberikan dampak besar jika dilakukan bersama.
BRI dan Gerakan Keberlanjutan di Lingkungan Kerja
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pelopor dalam mendorong keberlanjutan di lingkungan kerja. Langkah-langkah konkret yang diambil menunjukkan bahwa komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata yang terintegrasi dalam operasional sehari-hari.
Pengelolaan energi menjadi salah satu fokus utama. BRI menerapkan berbagai upaya efisiensi, mulai dari penggunaan lampu LED hingga pengaturan penggunaan lift. Selain itu, kebiasaan sederhana seperti mematikan dan mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan juga menjadi bagian dari budaya kerja yang ramah lingkungan.
1. Penggunaan Teknologi Hemat Energi
BRI mengadopsi teknologi hemat energi di berbagai fasilitas kantornya. Salah satu langkah yang diambil adalah penggunaan lampu LED yang lebih efisien dibandingkan lampu konvensional. Langkah ini tidak hanya mengurangi konsumsi listrik, tetapi juga memperpanjang usia perangkat penerangan.
2. Optimalisasi Operasional Kantor
Selain teknologi, BRI juga memperhatikan pengaturan operasional kantor. Contohnya, penggunaan lift yang dioptimalkan untuk mengurangi konsumsi energi. Lift hanya diaktifkan saat jam sibuk dan dimatikan saat tidak digunakan.
3. Pengembangan Green Building
BRI mengembangkan konsep green building sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan. Gedung-gedung yang dirancang dengan prinsip hijau tidak hanya nyaman, tetapi juga ramah lingkungan. Penggunaan material daur ulang dan sistem pendingin yang efisien menjadi ciri khas dari bangunan ini.
Inisiatif Energi Terbarukan dan Pengurangan Emisi
Hingga akhir 2025, BRI telah memasang panel surya di 152 unit kerja. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk memanfaatkan energi terbarukan dalam operasional harian. Selain itu, BRI juga mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan, baik berbasis listrik maupun hybrid.
1. Instalasi Panel Surya di 152 Unit Kerja
Panel surya yang dipasang di berbagai cabang BRI membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Dengan memanfaatkan sumber energi yang bersih dan tak terbatas, BRI mampu menekan emisi karbon sebesar 9,6% sejak tahun dasar 2022.
2. Penggunaan Kendaraan Ramah Lingkungan
BRI mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan di seluruh Indonesia. Kendaraan ini tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menunjukkan komitmen BRI terhadap mobilitas hijau.
3. Program Zero Waste to Landfill
Program Zero Waste to Landfill menjadi salah satu inisiatif penting dalam mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan. Hingga 2025, program ini berhasil menghindari emisi sebesar 746,4 ton CO?e.
Restorasi Mangrove dan Program BRI Grow and Green
Selain fokus pada efisiensi energi dan pengurangan emisi, BRI juga aktif dalam program restorasi lingkungan. Program BRI Grow and Green menjadi wujud nyata dari komitmen terhadap konservasi ekosistem pesisir.
1. Penanaman Mangrove
Hingga tahun 2025, program ini telah menanam 65.300 pohon mangrove. Penanaman mangrove tidak hanya membantu melindungi garis pantai, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan karbon. Potensi pengurangan emisi dari penanaman ini mencapai 43,43 ton CO?e per tahun.
2. Edukasi dan Keterlibatan Masyarakat
Program ini juga melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan restorasi. Edukasi menjadi kunci agar masyarakat memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai penyangga kehidupan pesisir.
Komitmen BRI terhadap Prinsip ESG
Direktur Legal & Compliance BRI, Mahdi Yusuf, menyampaikan bahwa keberlanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis BRI. Langkah-langkah yang diambil tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar akan tanggung jawab sosial.
“Di BRI, keberlanjutan dijalankan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan,” ujar Mahdi.
BRI terus memperkuat penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif yang konsisten, BRI tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi stakeholders, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam mendorong keberlanjutan di sektor perbankan.
Data dan Capaian BRI dalam Keberlanjutan (2025)
| Inisiatif | Capaian |
|---|---|
| Panel Surya | 152 unit kerja |
| Kendaraan Ramah Lingkungan | 926 unit |
| Penurunan Emisi (dibanding 2022) | 9,6% |
| Penghindaran Emisi (Zero Waste) | 746,4 ton CO?e |
| Penanaman Mangrove | 65.300 pohon |
| Potensi Pengurangan Emisi Mangrove | 43,43 ton CO?e/tahun |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah seiring dengan perkembangan program dan kebijakan terkini hingga tahun 2026.
Penutup
Gerakan Earth Hour mungkin hanya berlangsung selama satu jam, tetapi dampaknya bisa berlangsung sepanjang tahun jika diimbangi dengan tindakan nyata. BRI menjadi salah satu contoh bagaimana institusi besar bisa berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui langkah-langkah strategis dan terukur.
Dengan mengintegrasikan prinsip hijau dalam aktivitas sehari-hari, BRI tidak hanya menjalankan tanggung jawab korporat, tetapi juga membangun masa depan yang lebih berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Agung Budianto adalah seorang jurnalis senior yang Lahir di Jakarta pada tahun 1992, Ardhi telah mengabdikan hampir dua dekade hidupnya dalam dunia jurnalistik digital Indonesia.
