Apa yang terjadi ketika pasar saham bergejolak hebat dalam hitungan jam?
Mata uang Garuda kembali tertekan pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat 30 Januari 2026. Rupiah melemah ke posisi Rp16.786 per USD setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan drastis hingga memicu aktivasi circuit breaker—mekanisme penghentian perdagangan darurat yang jarang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Simak penjelasan lengkap dari banjoo.id berikut ini untuk memahami kronologi gejolak pasar, faktor penyebab, hingga prediksi pergerakan rupiah dalam waktu dekat berdasarkan analisis ekonom dan data resmi dari berbagai sumber terpercaya.
Pergerakan Kurs Rupiah Hari Ini dari Berbagai Sumber Data
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat dari beberapa platform referensi keuangan. Berikut perbandingan datanya.
Data Bloomberg, Rupiah Melemah 31 Poin
Mengacu data Bloomberg pada penutupan sore ini, rupiah melemah 31 poin atau setara 0,19 persen. Posisi mata uang Garuda bergerak dari Rp16.755 per USD pada perdagangan pagi menuju Rp16.786 per USD di sesi sore.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan yang cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Sentimen negatif dari pasar modal menjadi faktor utama yang memengaruhi pelemahan tersebut.
Catatan Yahoo Finance dan JISDOR Bank Indonesia
Sementara itu, Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp16.780 per USD. Angka ini turun tipis satu poin atau 0,01 persen dari posisi sebelumnya di Rp16.781 per USD.
Nah, untuk referensi resmi dari bank sentral, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan posisi Rp16.796 per USD. JISDOR merupakan kurs acuan yang diterbitkan Bank Indonesia sebagai dasar transaksi perdagangan valuta asing di pasar domestik.
Berikut perbandingan lengkapnya:
| Sumber Data | Kurs Rupiah per USD | Perubahan |
|---|---|---|
| Bloomberg | Rp16.786 | -31 poin (0,19%) |
| Yahoo Finance | Rp16.780 | -1 poin (0,01%) |
| JISDOR Bank Indonesia | Rp16.796 | Kurs Referensi Resmi |
Data di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar terkini.
Penyebab Rupiah Tertekan Sore Ini
Pelemahan rupiah hari ini bukan terjadi tanpa alasan. Setidaknya ada tiga faktor utama yang saling berkaitan dan memberikan tekanan terhadap mata uang Garuda.
Aksi Jual Saham Investor Asing Berlanjut
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi aksi jual bersih (net sell) dari investor asing di pasar saham. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari hari sebelumnya yang sudah menunjukkan tren serupa.
“Pasar saham Indonesia mengalami koreksi tajam menyusul penurunan peringkat indeks ekuitas Indonesia oleh Goldman Sachs menjadi underweight, dengan alasan risiko arus keluar asing lebih lanjut,” ungkap Josua kepada Antara.
Total penjualan bersih investor asing pada Kamis 29 Januari 2026 mencapai USD275,86 juta. Angka yang cukup besar dan menunjukkan sentimen negatif yang kuat terhadap pasar modal Indonesia.
Dampak Penurunan Peringkat Goldman Sachs terhadap IHSG
Jadi, apa sebenarnya dampak dari downgrade Goldman Sachs ini?
Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar dunia, menurunkan peringkat ekuitas Indonesia ke level “underweight”. Istilah ini mengindikasikan rekomendasi untuk mengurangi porsi investasi di pasar saham Indonesia dibandingkan pasar lainnya.
Keputusan tersebut memicu reaksi berantai di kalangan investor global. Banyak fund manager dan investor institusi yang mengikuti rekomendasi Goldman Sachs sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasi.
Berikut dampak langsung yang terjadi:
- Kepanikan investor memicu aksi jual masif
- IHSG mengalami koreksi tajam hingga 8 persen dalam sehari
- Arus modal asing keluar dari pasar Indonesia
- Tekanan terhadap nilai tukar rupiah meningkat
Sinyal The Fed Pertahankan Suku Bunga
Faktor eksternal turut memperburuk kondisi. Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal bahwa suku bunga acuan Amerika Serikat kemungkinan akan tetap bertahan dalam waktu dekat.
Kebijakan ini membuat dolar AS tetap perkasa di pasar global. Imbasnya, mata uang negara berkembang termasuk rupiah mengalami tekanan karena selisih (spread) suku bunga dengan AS menjadi kurang menarik bagi investor.
Singkatnya, kombinasi sentimen domestik dan global menciptakan tekanan ganda terhadap rupiah hari ini.
Kronologi Gejolak IHSG dan Circuit Breaker
Peristiwa di pasar saham kemarin menjadi salah satu momen paling dramatis sepanjang tahun ini. Begini kronologi lengkapnya.
IHSG Anjlok 8 Persen, Perdagangan Dihentikan Sementara
Pada perdagangan Kamis 29 Januari 2026, IHSG sempat anjlok sekitar 8 persen. Kejatuhan ini memicu aktivasi mekanisme circuit breaker oleh Bursa Efek Indonesia.
Apa itu circuit breaker?
Circuit breaker merupakan mekanisme penghentian perdagangan sementara yang diaktifkan ketika indeks mengalami penurunan drastis dalam waktu singkat. Tujuannya untuk mencegah kepanikan lebih lanjut dan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna informasi.
Berdasarkan ketentuan BEI, circuit breaker tahap pertama diaktifkan ketika IHSG turun 5 persen. Jika penurunan berlanjut hingga 10 persen, circuit breaker tahap kedua akan diberlakukan dengan penghentian lebih lama.
Berikut timeline kejadian pada Kamis 29 Januari 2026:
| Waktu | Kejadian |
|---|---|
| Sesi I Pagi | IHSG mulai tertekan setelah kabar downgrade Goldman Sachs menyebar |
| Menjelang Siang | IHSG anjlok hingga 8%, circuit breaker diaktifkan |
| Sesi II Siang | Perdagangan dilanjutkan, OJK umumkan langkah stabilisasi |
| Penutupan | IHSG ditutup turun 1,06% di level 6.232 |
Meski sempat anjlok drastis, IHSG berhasil memangkas sebagian besar kerugiannya di sesi kedua.
Respons OJK dan Komitmen Transparansi Pasar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat merespons gejolak pasar. Pada sesi kedua perdagangan, OJK mengumumkan rencana untuk meningkatkan transparansi pasar sesuai persyaratan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Langkah ini bertujuan memperbaiki persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia. MSCI sendiri merupakan penyedia indeks acuan yang banyak digunakan investor institusi global dalam menentukan alokasi investasi.
Pengumuman OJK tersebut berhasil meredam kepanikan pasar. IHSG yang sempat anjlok 8 persen akhirnya ditutup dengan penurunan lebih moderat di angka 1,06 persen pada level 6.232.
Prediksi Pergerakan Rupiah dalam Waktu Dekat
Bagaimana prospek rupiah ke depan?
Kepala Ekonom Permata Bank memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.825 per USD untuk perdagangan hari ini. Rentang tersebut mengindikasikan volatilitas yang masih cukup tinggi.
“Hari ini, rupiah diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.700–Rp16.825 per USD,” ujar Josua Pardede.
Beberapa faktor yang akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam waktu dekat antara lain:
- Sentimen pasar saham domestik – Jika IHSG berhasil rebound, tekanan terhadap rupiah bisa mereda
- Kebijakan The Fed – Keputusan suku bunga AS akan terus menjadi perhatian investor
- Arus modal asing – Tren net sell atau net buy investor asing di pasar saham
- Data ekonomi domestik – Rilis data inflasi, neraca perdagangan, dan indikator makroekonomi lainnya
Perlu dicatat bahwa prediksi di atas merupakan proyeksi berdasarkan kondisi pasar saat ini dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi global maupun domestik.
Tips Menghadapi Fluktuasi Kurs untuk Pelaku Usaha
Fluktuasi nilai tukar merupakan risiko yang harus dikelola dengan baik, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing. Berikut beberapa langkah antisipatif yang bisa dilakukan.
Untuk Importir dan Eksportir
- Gunakan fasilitas hedging – Manfaatkan instrumen lindung nilai seperti forward contract atau option untuk mengunci kurs di masa depan
- Diversifikasi mata uang – Jangan bergantung pada satu mata uang saja untuk transaksi internasional
- Pantau kurs secara berkala – Gunakan data JISDOR Bank Indonesia sebagai referensi utama
- Siapkan buffer anggaran – Alokasikan dana cadangan untuk mengantisipasi pergerakan kurs yang tidak terduga
Untuk Masyarakat Umum
- Hindari panic buying mata uang asing saat kurs sedang tinggi
- Pertimbangkan kebutuhan riil sebelum melakukan penukaran
- Bandingkan kurs dari beberapa money changer atau bank untuk mendapatkan rate terbaik
- Waspadai penawaran kurs tidak wajar yang berpotensi penipuan
Informasi Layanan dan Kontak Resmi Otoritas Terkait
Untuk mendapatkan informasi akurat seputar kurs dan kebijakan moneter, masyarakat dapat menghubungi lembaga resmi berikut.
Bank Indonesia (BI)
| Layanan | Kontak |
|---|---|
| Call Center BICARA | 131 |
| [email protected] | |
| Website Resmi | www.bi.go.id |
| Informasi Kurs JISDOR | www.bi.go.id/id/statistik/informasi-kurs |
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
| Layanan | Kontak |
|---|---|
| Kontak OJK | 157 |
| 081-157-157-157 | |
| Email Pengaduan | [email protected] |
| Website Resmi | www.ojk.go.id |
Waspada Penipuan
Masyarakat diimbau waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga keuangan atau menawarkan kurs tidak wajar. Berikut ciri-ciri yang perlu diwaspadai:
- Penawaran kurs jauh di bawah atau di atas harga pasar
- Permintaan transfer dana ke rekening pribadi
- Tidak memiliki izin resmi dari Bank Indonesia atau OJK
- Menjanjikan keuntungan tidak wajar dari transaksi valas
Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan ke OJK melalui kanal kontak di atas atau ke kepolisian setempat.
Penutup
Pelemahan rupiah ke level Rp16.786 per USD pada sore ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari aksi jual investor asing, downgrade Goldman Sachs, hingga sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi. Kondisi ini memang perlu dicermati, namun bukan berarti harus panik berlebihan.
Semua data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari Bloomberg, Yahoo Finance, JISDOR Bank Indonesia, serta pernyataan resmi dari Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede kepada Antara. Data kurs dan proyeksi bersifat dinamis serta dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar terkini.
Terima kasih sudah membaca hingga akhir. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu dalam memahami kondisi pasar keuangan hari ini. Tetap bijak dalam mengambil keputusan finansial dan selalu gunakan sumber informasi resmi dari otoritas terkait.
FAQ
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah ditutup di posisi Rp16.786 per USD pada sore ini. Sementara Yahoo Finance mencatat Rp16.780 per USD, dan JISDOR Bank Indonesia menunjukkan posisi Rp16.796 per USD sebagai kurs referensi resmi.
Pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi tiga faktor utama, yakni aksi jual bersih investor asing di pasar saham senilai USD275,86 juta, dampak penurunan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sachs ke level underweight, serta sinyal dari The Fed yang akan mempertahankan suku bunga tinggi.
Circuit breaker adalah mekanisme penghentian perdagangan sementara yang diaktifkan oleh Bursa Efek Indonesia ketika indeks mengalami penurunan drastis. Tahap pertama diaktifkan saat IHSG turun 5 persen, bertujuan untuk mencegah kepanikan lebih lanjut dan memberi waktu pelaku pasar mencerna informasi.
Menurut Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.825 per USD. Namun prediksi ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi pasar domestik maupun global.
Kurs referensi resmi dapat dicek melalui website Bank Indonesia di www.bi.go.id/id/statistik/informasi-kurs untuk data JISDOR. Masyarakat juga bisa menghubungi Call Center BICARA di nomor 131 untuk informasi lebih lanjut.
Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.