Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurahman, kembali menyoroti potensi pengemudi ojek online untuk mengembangkan usaha sampingan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan ekonomi mikro dan memperkuat struktur UMKM nasional. Dengan status UMKM, para driver berpeluang mendapat berbagai kemudahan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, hingga pemasaran produk.
Pengemudi ojol kerap kali terbatas pada jam kerja yang tidak menentu dan pendapatan yang fluktuatif. Namun, dengan adanya dorongan untuk memiliki usaha sampingan, mereka bisa memanfaatkan waktu luang untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan finansial individu dan keluarga.
Mengenal Potensi Pengemudi Ojol sebagai Pelaku UMKM
Pengemudi ojek online memiliki mobilitas tinggi dan jaringan pelanggan yang luas. Dua hal ini menjadi modal awal yang sangat berharga untuk memulai usaha sampingan. Dengan sedikit kreativitas dan dukungan dari pemerintah, mereka bisa beralih dari sekadar pencari penghasilan menjadi pelaku usaha mandiri.
Banyak dari mereka yang sudah memulai usaha kecil seperti jualan makanan, minuman, atau produk lokal di area tempat mereka beroperasi. Beberapa bahkan mulai memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
1. Syarat Menjadi UMKM bagi Pengemudi Ojol
Untuk bisa mendapatkan status UMKM, pengemudi ojol perlu memenuhi beberapa syarat dasar. Ini penting agar bisa mengakses berbagai program pemerintah yang ditujukan untuk pelaku usaha mikro.
- Memiliki usaha dengan omzet di bawah Rp 5 miliar per tahun.
- Melakukan pendaftaran melalui sistem online di platform resmi KUMKM.
- Menyediakan dokumen identitas usaha seperti foto KTP, NPWP, dan foto lokasi usaha.
- Usaha tidak berbentuk badan hukum seperti PT atau CV.
2. Jenis Usaha Sampingan yang Cocok untuk Driver Ojol
Memilih jenis usaha yang sesuai sangat penting agar bisa dijalankan tanpa mengganggu aktivitas utama sebagai driver. Berikut beberapa ide usaha yang banyak dipilih dan terbukti memberikan tambahan penghasilan.
- Jualan makanan ringan atau minuman di area penjemputan.
- Menjadi reseller produk UMKM lokal.
- Menjual pulsa, paket data, atau produk digital lainnya.
- Menjadi agen pembayaran atau layanan keuangan digital.
3. Langkah Mengajukan Status UMKM Secara Online
Proses pengajuan status UMKM kini bisa dilakukan secara digital melalui situs resmi Kementerian Koperasi dan UKM. Ini memudahkan pengemudi ojol yang sibuk dan tidak sempat datang ke kantor pemerintah.
- Kunjungi situs https://umkm.kemenkopukm.go.id.
- Pilih menu “Daftar UMKM” dan isi formulir dengan data diri dan usaha.
- Unggah dokumen yang diperlukan seperti KTP, NPWP, dan foto usaha.
- Tunggu verifikasi dan penerbitan nomor UMKM yang akan dikirimkan via email.
Tabel Perbandingan Bantuan yang Bisa Didapat dari Status UMKM
| Jenis Bantuan | Tanpa Status UMKM | Dengan Status UMKM |
|---|---|---|
| Akses permodalan | Terbatas | Mudah melalui KUR |
| Pelatihan usaha | Tidak otomatis | Gratis dan terjadwal |
| Pemasaran produk | Mandiri | Dapat bantuan promosi |
| Kebijakan pajak | Standar | Diskon PPh dan PPn |
4. Tips Memulai Usaha Sampingan Saat Masih Jadi Driver
Menyeimbangkan waktu antara aktivitas utama sebagai driver dan usaha sampingan memang menantang. Namun, dengan strategi yang tepat, hal ini bisa dilakukan tanpa mengganggu kinerja di kedua bidang.
- Pilih usaha yang bisa dijalankan secara mobile atau fleksibel.
- Gunakan waktu luang seperti saat menunggu order untuk memasarkan produk.
- Bangun jaringan pelanggan dari penumpang yang sering menggunakan jasa.
- Manfaatkan aplikasi digital untuk mempermudah transaksi dan promosi.
5. Program Pemerintah yang Mendukung Driver Menjadi UMKM
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus menghadirkan berbagai program yang mendukung pengembangan usaha mikro. Salah satunya adalah program pelatihan kewirausahaan yang bisa diikuti secara daring.
- Pelatihan digital marketing untuk pelaku usaha baru.
- Bantuan modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
- Akses pasar melalui pameran virtual dan platform e-commerce.
- Pendampingan teknis dari tim ahli KUMKM.
6. Tantangan yang Sering Dihadapi dan Cara Mengatasinya
Meskipun memiliki peluang besar, tidak semua driver langsung berhasil dalam menjalankan usaha sampingan. Ada beberapa tantangan umum yang perlu disiapkan solusinya.
- Keterbatasan waktu karena jam kerja yang panjang.
- Kurangnya pengetahuan soal manajemen usaha.
- Persaingan pasar yang ketat.
- Keterbatasan modal awal.
Solusi yang bisa diterapkan antara lain mengikuti pelatihan dari pemerintah, memulai usaha dengan skala kecil, dan memanfaatkan sistem pre-order untuk mengatur waktu produksi.
7. Studi Kasus: Driver yang Sukses Beralih Jadi Pengusaha
Beberapa pengemudi ojol di Jakarta dan Surabaya telah berhasil mengembangkan usaha sampingan mereka hingga bisa menjadi sumber penghasilan utama. Salah satunya adalah Pak Joko, yang awalnya hanya menjual makanan ringan di sekitar area kerjanya.
Kini, usahanya sudah memiliki pelanggan tetap dan bekerja sama dengan beberapa warung kecil untuk distribusi. Ia juga mulai menerima pesanan online dan mempekerjakan satu orang untuk membantu produksi.
Penutup
Mendorong pengemudi ojol untuk memiliki usaha sampingan bukan sekadar solusi ekonomi individu, tetapi juga bagian dari strategi penguatan ekosistem UMKM nasional. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan semangat berwirausaha, mereka bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah terbaru hingga tahun 2026. Data dan program yang disebutkan sebaiknya diverifikasi kembali melalui sumber resmi.
Agung Budianto adalah seorang jurnalis senior yang Lahir di Jakarta pada tahun 1992, Ardhi telah mengabdikan hampir dua dekade hidupnya dalam dunia jurnalistik digital Indonesia.
