Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif di akhir perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari, IHSG akhirnya ditutup menguat di level 6.449,830. Penguatan ini terjadi meski tekanan dari pelemahan indeks saham global, terutama di Wall Street yang sempat mencatat koreksi pada sesi sebelumnya.
Kenaikan IHSG mencapai 47,942 poin atau sekitar 0,75 persen. Sebelumnya, indeks ini sempat dibuka di level 6.448, lalu bergerak naik hingga menyentuh titik tertinggi harian di angka 6.490. Volume perdagangan yang tercatat cukup signifikan, yakni sebesar 33,199 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,674 triliun. Kapitalisasi pasar juga terus menunjukkan performa kuat di kisaran Rp11.372 triliun.
Pergerakan Saham dan Sentimen Pasar
Perdagangan saham hari ini menunjukkan bahwa lebih banyak saham yang bergerak menguat. Ada 399 saham yang naik, 236 saham yang turun, dan 159 saham lainnya stagnan. Mayoritas saham unggulan ikut menyokong penguatan IHSG, meski belum semua sektor mencatatkan pertumbuhan yang seimbang.
Sentimen pasar lokal terus dipengaruhi oleh dinamika global. Investor masih menanti data-data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama laporan keuangan dari sejumlah ritel besar. Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian karena berpotensi memicu inflasi dan memengaruhi kebijakan moneter global.
1. Prediksi IHSG Hari Ini
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG akan bergerak sideways cenderung menguat. Support diperkirakan berada di kisaran 6.300 hingga 6.330, sementara resisten berada di level 6.450 hingga 6.500. Ini menunjukkan bahwa investor masih menahan diri sebelum memasuki keputusan kebijakan makro ekonomi global.
2. Pengaruh Indeks Global
Indeks saham utama di Wall Street ditutup melemah pada Senin, 17 Agustus 2026. Indeks Dow Jones turun 0,51 persen, S&P 500 turun 0,52 persen, dan Nasdaq Composite juga terkoreksi 0,31 persen. Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dan ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed.
3. Kondisi Bursa Asia-Pasifik
Berbeda dengan Wall Street, bursa saham Asia-Pasifik justru menguat. Saham-saham Tiongkok memimpin penguatan menyusul rilis data ekonomi Juli yang menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,74 persen, sementara Hang Seng Hong Kong melonjak 1,34 persen.
Data Perdagangan IHSG Selengkapnya
Berikut adalah rincian data perdagangan IHSG pada Selasa, 18 Agustus 2026:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 6.449,830 |
| Penguatan | +47,942 poin (+0,75%) |
| Pembukaan | 6.448 |
| Tertinggi | 6.490 |
| Terendah | 6.448 |
| Volume Perdagangan | 33,199 miliar saham |
| Nilai Transaksi | Rp14,674 triliun |
| Kapitalisasi Pasar | Rp11.372,088 triliun |
| Frekuensi Transaksi | 2.181.045 kali |
Saham-Saham yang Paling Banyak Diperdagangkan
Beberapa saham menjadi pendorong utama penguatan IHSG. Saham-saham unggulan dari sektor perbankan, pertambangan, dan konsumsi berperan besar dalam mengerek indeks. Investor asing juga terus memantau saham-saham likuid meski pada perdagangan sebelumnya mencatatkan net sell.
Saham Paling Banyak Dijual Asing (14 Agustus 2026)
- TPIA
- CUAN
- ISAT
- BREN
- ASII
Meski ada net sell dari investor asing sebesar Rp397 miliar, tekanan tersebut tidak cukup untuk membawa IHSG ke zona merah. Ini menunjukkan bahwa permintaan domestik masih cukup kuat untuk menopang pasar.
Faktor Penopang Kenaikan IHSG
1. Data Ekonomi Tiongkok yang Positif
Rilis data aktivitas ekonomi Tiongkok untuk Juli 2026 memberikan sentimen positif bagi pasar Asia. Investor berekspektasi bahwa pemulihan ekonomi global akan berlanjut, terutama di negara-negara dengan kontribusi besar terhadap rantai pasok dunia.
2. Melemahnya Dolar AS
Dolar AS sempat melemah mendekati level terendah dalam dua bulan. Pelemahan ini membuat aset berkelanjutan seperti saham menjadi lebih menarik, terutama bagi investor global yang mencari diversifikasi portofolio.
3. Optimisme Investor Domestik
Investor lokal tampaknya masih optimis terhadap prospek pasar modal Indonesia. Meskipun tekanan dari luar masih terasa, minat beli dari dalam negeri terus menjadi penyangga utama IHSG.
Perbandingan IHSG dengan Indeks Global
| Indeks | Negara | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| IHSG | Indonesia | +0,75 |
| Dow Jones | AS | -0,51 |
| S&P 500 | AS | -0,52 |
| Nasdaq Composite | AS | -0,31 |
| Nikkei 225 | Jepang | +0,74 |
| Hang Seng | Hong Kong | +1,34 |
Proyeksi IHSG di Pekan Depan
Mengacu pada beberapa indikator teknis dan fundamental, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan dorongan positif dari sentimen regional. Investor akan terus memantau rilis data makro ekonomi lokal maupun global, terutama terkait inflasi dan kebijakan suku bunga.
1. Level Support dan Resistensi
- Support: 6.300 – 6.330
- Resistensi: 6.450 – 6.500
2. Rekomendasi untuk Investor
Investor jangka pendek bisa memanfaatkan volatilitas untuk mencari peluang di saham-saham likuid. Sementara investor jangka panjang tetap disarankan untuk memperhatikan fundamental emiten dan prospek sektoral.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga tanggal 18 Agustus 2026. Angka dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika ekonomi global dan lokal. Keputusan investasi sebaiknya selalu didasarkan pada analisis mandiri atau konsultasi dengan profesional terkait.
Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.
