Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Seiring optimisme investor terhadap kondisi makro ekonomi dan sentimen pasar domestik, IHSG berhasil ditutup naik sebesar 1,20% atau 84,551 poin, mencapai level 7.106,839. Peningkatan ini terjadi meski sepanjang sesi sempat mengalami fluktuasi tipis, terutama setelah jeda sesi pertama.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di posisi 7.074,611. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.148,251 sebelum akhirnya melemah sesaat ke level terendah 7.059,890. Meski demikian, tekanan jual yang muncul tidak cukup kuat untuk membawa IHSG ke zona merah. Volume perdagangan tercatat sebesar 31,067 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp24,540 triliun. Dari total emiten yang aktif, 457 saham menguat, 214 saham melemah, dan 148 saham stagnan.
Sektor Penguat Utama dan Saham Top Gainers
Performa positif IHSG didukung oleh sejumlah sektor unggulan yang mampu mencatatkan kenaikan dua digit. Investor tampaknya masih percaya diri menanamkan modal di sektor-sektor yang dianggap memiliki prospek baik ke depannya.
1. Sektor Transportasi Naik Tajam
Sektor transportasi menjadi penguat utama dengan kenaikan sebesar 3,69%. Lonjakan ini didukung oleh optimisme pemulihan ekonomi dan peningkatan mobilitas masyarakat pasca libur panjang. Emiten-emiten transportasi seperti TOWR dan EXCL menjadi andalan pergerakan sektor ini.
2. Sektor Infrastruktur dan Industri Dasar Ikut Menguat
Tak kalah menarik, sektor infrastruktur juga mencatatkan kenaikan sebesar 3,38%. Sementara itu, sektor industri dasar naik 3,43%. Kedua sektor ini tetap diminati karena sejalan dengan program pembangunan nasional yang terus berjalan.
3. Saham-Saham Penguatan Terbesar (Top Gainers)
Beberapa saham mencatatkan kenaikan paling signifikan pada sesi perdagangan ini. Di antaranya adalah:
- EXCL (XL Axiata)
- MDKA (Mandala Kekar Abadi)
- TOWR (Tower Bersama)
- BRPT (Barito Putra)
- AMRT (Sumber Alfaria Trijaya)
4. Saham-Saham Pelemahan Terbesar (Top Losers)
Meski sebagian besar saham menguat, ada beberapa emiten yang justru melemah. Saham-saham berikut mencatatkan penurunan paling tajam:
- ERAA (Erajaya Swasembada)
- EMTK (Elang Mahkota Teknologi)
- BRMS (Bumi Resources Minerals)
- ACES (Ace Hardware Indonesia)
- PGEO (Pioneerindo Gourmet International)
Pergerakan Bursa Saham Asia
Di tengah dinamika pasar lokal, bursa saham Asia juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Beberapa indeks regional mengalami kenaikan, sementara yang lain justru terkoreksi.
1. Nikkei Melemah Tipis
Indeks Nikkei di Jepang tercatat turun sebanyak 50,76 poin atau 0,09% ke level 53.700,39. Pelemahan ini dipengaruhi oleh data ekonomi domestik yang belum sepenuhnya pulih.
2. Hang Seng Menguat
Indeks Hang Seng dari Hong Kong naik 34,52 poin atau 0,13% ke level 25.868,54. Sentimen investor di pasar ini masih cukup positif meski terbatas.
3. Shanghai Melemah
Indeks Shanghai Composite terkoreksi 34,88 poin atau 0,85% ke 4.049,91. Investor tampak lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
4. Strait Times Naik Tajam
Indeks Strait Times dari Singapura mencatatkan kenaikan paling menonjol, yakni 67,28 poin atau 1,38% ke level 4.935,97. Kenaikan ini didukung oleh sektor keuangan dan manufaktur yang solid.
Data Perdagangan Hari Ini
Berikut adalah rincian data perdagangan IHSG pada Selasa, 17 Maret 2026:
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 7.106,839 |
| Peningkatan Harian | +84,551 poin (1,20%) |
| Pembukaan | 7.074,611 |
| Tertinggi | 7.148,251 |
| Terendah | 7.059,890 |
| Volume Perdagangan | 31,067 miliar lembar |
| Nilai Transaksi | Rp24,540 triliun |
| Jumlah Saham Menguat | 457 |
| Jumlah Saham Melemah | 214 |
| Jumlah Saham Stagnan | 148 |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah seiring koreksi akhir sesi dan pelaporan resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penutup
Kenaikan IHSG pada Selasa, 17 Maret 2026, mencerminkan kembali pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik. Meski begitu, fluktuasi masih mungkin terjadi mengingat ketidakpastian global dan dinamika ekonomi makro yang terus bergerak. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan sektor-sektor unggulan serta sentimen pasar secara berkala agar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.
Agung Budianto adalah profesional media multitalenta yang saat ini berperan sebagai Engagement Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan kemampuan yang komprehensif dalam jurnalistik digital dan content engagement, Ardan membawa perspektif unik dalam setiap konten yang dihasilkannya.