Pernahkah membayangkan portofolio saham anjlok hampir 8 persen hanya dalam hitungan jam?
Itulah yang terjadi hari ini, Selasa (28/1/2026), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga memicu trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG ditutup melemah 7,35 persen di level 8.320, setelah sempat menyentuh penurunan 8 persen yang memaksa BEI menghentikan perdagangan sementara. Kepanikan melanda investor ritel maupun institusi, namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung angkat bicara dengan prediksi yang cukup mengejutkan.
Simak penjelasan lengkap dari banjoo.id berikut ini untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, mengapa pemerintah tetap optimis, dan bagaimana sebaiknya menyikapi situasi ini dengan kepala dingin.
Mengapa IHSG Sampai Kena Trading Halt?
Kejadian hari ini cukup langka di pasar modal Indonesia. Trading halt bukan sesuatu yang sering terjadi, sehingga wajar jika banyak investor bertanya-tanya apa sebenarnya mekanisme di balik penghentian perdagangan ini.
Aturan Trading Halt di Bursa Efek Indonesia
Trading halt merupakan mekanisme perlindungan yang diberlakukan BEI untuk mencegah kepanikan berlebihan di pasar. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia, penghentian perdagangan sementara dilakukan ketika indeks mengalami penurunan drastis dalam waktu singkat.
Berikut ketentuan trading halt yang berlaku di BEI:
| Tahap | Penurunan IHSG | Durasi Halt |
|---|---|---|
| I | 5% | 30 menit |
| II | 8% | 30 menit |
| III | 15% | Hingga akhir sesi atau pengumuman BEI |
Hari ini IHSG menyentuh penurunan 8 persen, sehingga trading halt tahap II diberlakukan. Mekanisme ini memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk menenangkan diri dan mengevaluasi keputusan sebelum melanjutkan transaksi.
Rekap Pergerakan IHSG Hari Ini
Perdagangan dibuka dengan tekanan jual yang sangat kuat sejak awal sesi. IHSG langsung tertekan dan terus melemah tanpa ada tanda-tanda rebound signifikan.
Berikut kronologi pergerakan IHSG pada perdagangan 28 Januari 2026:
| Waktu | Level IHSG | Perubahan | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 09:00 | 8.979 | – | Pembukaan |
| 10:30 | 8.530 | -5% | Trading Halt Tahap I |
| 14:15 | 8.260 | -8% | Trading Halt Tahap II |
| 16:00 | 8.320 | -7,35% | Penutupan |
Penurunan ini tercatat sebagai salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hampir seluruh sektor mengalami tekanan, dengan sektor perbankan dan properti menjadi yang paling terdampak.
Kabar Baik dari Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Di tengah kepanikan pasar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan yang cukup melegakan. Pemerintah tidak tinggal diam melihat gejolak yang terjadi di pasar modal.
IHSG Diprediksi Pulih Minggu Depan
Nah, inilah kabar yang ditunggu-tunggu banyak investor. Menkeu Purbaya secara terbuka menyatakan optimismenya bahwa IHSG akan kembali pulih dalam waktu dekat.
“Ini hanya shock sementara saja di kalangan investor. Saya prediksi minggu depan IHSG pulih lagi,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya, dikutip dari Detik.com.
Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi pelaku pasar yang panik. Menkeu menilai bahwa kejatuhan hari ini lebih bersifat psikologis ketimbang fundamental.
Beberapa faktor yang mendasari optimisme tersebut:
- Tidak ada perubahan signifikan pada kondisi ekonomi makro Indonesia
- Likuiditas perbankan masih sangat memadai
- Cadangan devisa masih berada di level aman
- Inflasi terkendali sesuai target Bank Indonesia
Pemerintah Fokus Jaga Fundamental Ekonomi
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga fundamental ekonomi dalam negeri tetap solid. Langkah ini diyakini akan lebih menggairahkan pasar modal domestik ke depannya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, beberapa indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan performa positif:
| Indikator | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertumbuhan PDB | 5,05% | Di atas rata-rata global |
| Inflasi | 2,8% | Dalam target BI 2,5±1% |
| Cadangan Devisa | USD 140+ Miliar | Level aman |
| Nilai Tukar Rupiah | Rp16.200/USD | Perlu dipantau |
Data di atas menunjukkan bahwa secara fundamental, ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang pemulihan pasar modal. Angka-angka tersebut berdasarkan rilis terbaru dari Kemenkeu dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi ekonomi terkini.
Analisis Penyebab Anjloknya IHSG
Kejatuhan IHSG tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan dan menciptakan tekanan jual besar-besaran di pasar modal Indonesia.
Sentimen Global dan Domestik
Jadi, apa sebenarnya yang memicu kepanikan ini? Kombinasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri menjadi pemicu utama.
Faktor Global:
- Ketidakpastian kebijakan moneter The Federal Reserve
- Tensi geopolitik di beberapa kawasan
- Pelemahan bursa saham regional Asia
- Kekhawatiran resesi ekonomi global
Faktor Domestik:
- Profit taking setelah rally panjang IHSG
- Kekhawatiran terhadap defisit neraca perdagangan
- Sentimen negatif terhadap beberapa emiten big caps
- Rumor kebijakan yang belum terkonfirmasi
Perlu dicatat bahwa isu-isu yang beredar di media sosial tentang krisis ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya akurat. Berdasarkan data resmi dari Bank Indonesia, fundamental ekonomi domestik masih dalam kondisi stabil dan terkendali.
Aksi Jual Investor Asing
Tekanan terbesar justru datang dari investor asing yang melakukan aksi jual besar-besaran. Fenomena capital outflow ini memang kerap terjadi di emerging market ketika sentimen risk-off mendominasi.
Beberapa data penting terkait aktivitas investor asing:
- Net sell asing hari ini mencapai triliunan rupiah
- Sektor perbankan menjadi target utama aksi jual
- Saham-saham blue chip mengalami tekanan signifikan
- Obligasi pemerintah juga mengalami tekanan
Singkatnya, aksi jual asing ini lebih didorong oleh faktor eksternal ketimbang masalah fundamental ekonomi Indonesia. Investor asing cenderung menarik dana dari emerging market ketika ada ketidakpastian global.
Cara Menyikapi Volatilitas Pasar dengan Bijak
Menghadapi situasi seperti ini, kepala dingin menjadi kunci utama. Keputusan yang diambil saat panik biasanya berujung pada penyesalan.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan investor:
- Evaluasi Portofolio dengan TenangJangan langsung panic selling. Tinjau kembali fundamental saham yang dimiliki dan pastikan thesis investasi masih valid.
- Perhatikan Horizon InvestasiInvestor jangka panjang tidak perlu terlalu khawatir dengan volatilitas harian. Koreksi justru bisa menjadi peluang akumulasi.
- Diversifikasi AsetJangan menaruh semua dana di satu instrumen. Pertimbangkan alokasi ke obligasi, reksa dana pasar uang, atau instrumen safe haven lainnya.
- Pantau Informasi dari Sumber ResmiHindari keputusan berdasarkan rumor atau informasi yang tidak terverifikasi. Selalu cek sumber resmi seperti BEI, OJK, atau Kemenkeu.
- Siapkan Dana CadanganJika memiliki cash, koreksi besar bisa menjadi momen untuk membeli saham berkualitas di harga diskon.
Tips Tambahan untuk Investor Ritel:
- Jangan menggunakan dana darurat untuk investasi saham
- Hindari penggunaan margin saat volatilitas tinggi
- Konsultasikan dengan financial advisor jika ragu
- Tetap disiplin dengan investment plan yang sudah dibuat
Informasi Kontak dan Layanan Pengaduan Resmi
Untuk memastikan keamanan investasi dan menghindari penipuan yang sering muncul saat pasar bergejolak, berikut kontak resmi lembaga terkait yang dapat dihubungi:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
| Layanan | Kontak |
|---|---|
| Telepon | 157 (toll free) |
| 081-157-157-157 | |
| [email protected] | |
| Website Pengaduan | www.ojk.go.id/pengaduan |
Bursa Efek Indonesia (BEI)
| Layanan | Kontak |
|---|---|
| Call Center | (021) 515-0515 |
| [email protected] | |
| Website | www.idx.co.id |
| Alamat | Gedung BEI Tower 1, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190 |
Kementerian Keuangan RI
| Layanan | Kontak |
|---|---|
| PPID Kemenkeu | (021) 3449-230 |
| [email protected] | |
| Website | www.kemenkeu.go.id |
Waspada Penipuan! Saat pasar bergejolak, sering muncul oknum yang menawarkan “tips saham pasti untung” atau “sinyal trading akurat”. Pastikan hanya bertransaksi melalui sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK. Cek legalitas perusahaan sekuritas di website resmi OJK sebelum melakukan investasi.
Penutup
Kejatuhan IHSG sebesar 7,35 persen hari ini memang mengejutkan banyak pihak. Trading halt yang terjadi menambah kepanikan di kalangan investor, terutama yang baru terjun ke pasar modal.
Namun, pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan secercah harapan. Prediksi pemulihan minggu depan dan komitmen pemerintah menjaga fundamental ekonomi patut menjadi pegangan. Tentu saja, data dan prediksi ini dapat berubah sesuai dinamika pasar dan kebijakan terbaru dari regulator terkait.
Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak. Terima kasih sudah membaca, tetap tenang, dan jangan lupa selalu update informasi dari sumber resmi seperti OJK, BEI, dan Kemenkeu. Semoga portofolio segera hijau kembali!
FAQ
Trading halt adalah penghentian perdagangan sementara yang diberlakukan BEI ketika IHSG mengalami penurunan drastis. Hari ini IHSG anjlok hingga 8 persen, sehingga BEI memberlakukan trading halt tahap II selama 30 menit untuk memberikan waktu bagi investor menenangkan diri sebelum melanjutkan transaksi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi IHSG akan pulih minggu depan. Beliau menilai kejatuhan hari ini hanya shock sementara di kalangan investor dan bukan cerminan dari fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya masih kuat.
Penyebab utama meliputi kombinasi sentimen global negatif seperti ketidakpastian kebijakan The Fed dan tensi geopolitik, ditambah aksi jual besar-besaran dari investor asing (capital outflow). Faktor domestik seperti profit taking setelah rally panjang juga turut berkontribusi.
Langkah terpenting adalah tetap tenang dan tidak panic selling. Evaluasi portofolio dengan kepala dingin, perhatikan horizon investasi jangka panjang, diversifikasi aset, dan selalu pantau informasi dari sumber resmi seperti OJK dan BEI. Koreksi besar justru bisa menjadi peluang akumulasi saham berkualitas.
Pastikan hanya bertransaksi melalui sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK. Cek legalitas perusahaan sekuritas di website resmi ojk.go.id. Waspada terhadap oknum yang menawarkan “tips saham pasti untung” karena itu berpotensi penipuan. Hubungi OJK di nomor 157 jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Berdasarkan data Kemenkeu, fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Pertumbuhan PDB berada di angka 5,05 persen, inflasi terkendali di 2,8 persen, dan cadangan devisa masih di level aman USD 140+ miliar. Kejatuhan IHSG lebih dipengaruhi sentimen pasar ketimbang masalah fundamental.
Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.