Memasuki malam ketiga Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia mulai merasakan ritme ibadah yang semakin istiqamah. Sholat Tarawih, sebagai ibadah ikonik di bulan suci ini, bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan media bagi seorang hamba untuk meraih pengampunan kolektif. Intensitas spiritual ini biasanya meningkat seiring dengan pemahaman mengenai keutamaan atau fadhilah yang berbeda pada setiap malamnya.
Pada fase awal sepuluh hari pertama Ramadhan yang dikenal sebagai fase rahmat, malam ketiga memberikan kabar gembira yang sangat spesifik. Berdasarkan referensi kitab-kitab klasik, malam ini menjadi titik balik bagi setiap Muslim yang mengharapkan lembaran baru yang bersih melalui seruan istimewa dari para malaikat penjaga Arasy.
Manifestasi Ampunan Melalui Seruan Malaikat
Dalam kitab Durratun Nashihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir al-Khaubawiyyi, terdapat narasi historis-spiritual mengenai apa yang terjadi di alam langit saat Tarawih malam ketiga ditegakkan. Allah SWT memberikan mandat kepada malaikat di bawah Arasy untuk memanggil hamba-hamba yang bersujud di bumi.
Kutipan populer dari literatur tersebut berbunyi: “Mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.” Kalimat ini mengandung instruksi ganda, yaitu penghapusan beban masa lalu dan motivasi untuk mengisi masa depan dengan ketaatan. Hal ini sejalan dengan janji Allah dalam Al-Quran bahwa rahmat-Nya meliputi segala sesuatu bagi hamba yang mau bertobat.
1. Niat Sholat Tarawih
Langkah awal dalam beribadah adalah memastikan kemantapan niat di dalam hati. Berikut adalah lafal niat yang umum digunakan:
- Lafal Arab: اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
- Transliterasi: Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini lillahi ta’ala
- Arti: Melaksanakan sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah SWT.
2. Memperbanyak Istighfar
Mengingat keutamaan malam ketiga berkaitan erat dengan ampunan, memperbanyak doa permohonan ampun menjadi langkah krusial. Dianjurkan membaca doa: “Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”.
3. Konsistensi Sholat Berjamaah
Mendapatkan keutamaan secara maksimal lebih disarankan melalui sholat berjamaah di masjid. Selain pahala yang berlipat, suasana kolektif membantu menjaga fokus dan kekhusyukan dibandingkan sholat sendirian di rumah.
4. Menjaga Akhlak Pasca Sholat
Sesuai dengan seruan malaikat untuk “mulai beramal”, identitas spiritual yang diperoleh setelah Tarawih harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti menghindari ghibah dan meningkatkan kedermawanan.
Rincian Perbandingan Keutamaan Ramadhan
Keutamaan ini merupakan bagian dari rangkaian fadhilah yang tersebar selama 30 malam. Berikut adalah rincian perbandingan nilai ibadah berdasarkan perspektif hukum Islam dan literatur terkait:
| Kategori Ibadah | Status Hukum | Target Spiritual Utama |
|---|---|---|
| Puasa Ramadhan | Wajib (Fardu Ain) | Ketakwaan (La’allakum tattaqun) |
| Sholat Tarawih | Sunnah Muakkad | Pengampunan Dosa Masa Lalu |
| Zakat Fitrah | Wajib | Penyucian Jiwa & Harta |
| Iktikaf | Sunnah | Lailatul Qadar |
Ibadah Tarawih memiliki posisi unik karena secara khusus disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa beribadah di malam Ramadhan (Tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Malam ketiga merupakan akselerasi dari janji tersebut, memberikan kesempatan bagi setiap hamba untuk benar-benar memulai dari nol.
Disclaimer: Penjelasan mengenai fadhilah malam per malam dalam kitab Durratun Nashihin terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai derajat hadisnya. Sebagian ulama menggunakannya sebagai motivasi ibadah (fadhailul a’mal), namun landasan utama pengampunan tetap merujuk pada keikhlasan individu.
Sholat Tarawih malam ketiga adalah momentum emas untuk menjemput ampunan Allah SWT melalui perantara doa dan seruan malaikat Arasy. Dengan niat yang lurus dan konsistensi ibadah, setiap individu berpeluang besar untuk menghapus noda masa lalu dan mengawali fase baru kehidupan yang lebih religius di bulan penuh berkah ini.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.