Beranda » Finansial » BNI Dorong Tiga UKM Lokal Sukses Eksis di Pasar Korea Selatan

BNI Dorong Tiga UKM Lokal Sukses Eksis di Pasar Korea Selatan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menggandeng pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia untuk menembus pasar internasional. Kali ini, tiga UKM berorientasi ekspor dibawa BNI untuk mengikuti Korea Import Expo 2026 di Seoul, Korea Selatan. Pameran ini merupakan salah satu langkah nyata BNI dalam mendukung ekspansi bisnis pelaku usaha lokal ke kancah global melalui program BNI Xpora.

Kegiatan yang berlangsung di COEX Hall B, Seoul, pada 23–25 Juni 2026 ini menjadi ajang penting bagi para eksportir Indonesia. Sekitar 200 perusahaan dari lebih dari 30 negara turut ambil bagian, dengan target kunjungan lebih dari 10.000 pembeli dan pelaku perdagangan. Ini adalah kesempatan besar bagi UKM Indonesia untuk menunjukkan kualitas produknya di hadapan pasar Asia yang dinamis.

UKM Indonesia yang Dibawa BNI ke Korea Selatan

BNI membawa tiga UKM unggulan Indonesia yang siap bersaing di pasar global. Ketiganya dipilih karena memiliki potensi ekspor kuat dan produk yang sesuai dengan selera pasar Korea Selatan. Mereka tampil dalam Paviliun Indonesia dan mengikuti serangkaian pertemuan bisnis strategis.

1. PT Alko Sumatra Kopi

Perusahaan ini dikenal sebagai produsen kopi berkualitas tinggi yang berasal dari kawasan Sumatra. Produknya meliputi berbagai jenis kopi bubuk dan biji kopi olahan yang dikemas secara modern dan menarik. PT Alko Sumatra Kopi telah memenuhi standar ekspor internasional dan siap menembus pasar Asia.

2. PT AK Goldenesia

PT AK Goldenesia adalah produsen makanan olahan yang berfokus pada produk camilan sehat. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis kerupuk dan snack dengan bahan baku alami serta proses produksi yang higienis. Produknya sangat diminati di pasar domestik dan kini siap diekspor ke luar negeri.

3. PT Awan Crackers Food Indonesia

Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis kerupuk tradisional dengan inovasi rasa modern. PT Awan Crackers Food Indonesia telah memiliki sertifikasi ekspor dan sistem produksi yang memenuhi standar internasional. Produknya cocok untuk pasar Asia yang menyukai camilan renyah dan gurih.

Baca Juga:  BNI Dukung UMKM Batik Go Digital, Hadirkan Promo Seru di Puspa Nuswantara 2026

Dukungan BNI untuk UKM Ekspor

Keikutsertaan UKM Indonesia dalam Korea Import Expo 2026 merupakan bagian dari komitmen BNI dalam mendampingi pelaku usaha lokal memasuki pasar global. BNI tidak hanya menyediakan akses pasar, tetapi juga memberikan berbagai bentuk dukungan lainnya.

1. Pembiayaan Ekspor

BNI menyediakan skema pembiayaan yang mudah diakses oleh UKM. Mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga fasilitas trade finance untuk transaksi internasional. Hal ini membantu pelaku usaha mengelola modal kerja dan mempercepat proses ekspor.

2. Layanan Transaksi Internasional

Melalui jaringan kantor cabang dan mitra di luar negeri, BNI memudahkan UKM dalam melakukan transaksi lintas negara. Mulai dari pembukaan L/C (Letter of Credit) hingga pencairan dana ekspor.

3. Advisory Bisnis dan Pendampingan

BNI Xpora memberikan layanan konsultasi bisnis yang membantu UKM memahami regulasi pasar internasional, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk agar sesuai dengan standar global.

Sinergi dengan Pemerintah dan Asosiasi

Keikutsertaan UKM Indonesia dalam Korea Import Expo 2026 tidak berjalan sendiri. BNI menjalin kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Seoul, serta BNI Kantor Cabang Luar Negeri Seoul.

Tabel berikut menunjukkan peran masing-masing pihak dalam mendukung keikutsertaan UKM:

Pihak Peran
BNI Xpora Penyelenggara dan pendamping UKM
KBRI Seoul Koordinasi dan rekomendasi
Atase Perdagangan Seoul Informasi pasar dan regulasi
BNI Cabang Seoul Dukungan operasional di lapangan

Peluang Bisnis dari Pertemuan dengan Perusahaan Korea

Selama pameran berlangsung, UKM Indonesia mengikuti sesi business matching dengan sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Sajo Foodist
  • Neple Co.
  • Nokchawon
  • Hermos Co., Ltd.
  • GS Global
  • Hurum Co., Ltd.

Pertemuan ini menjadi sarana penting untuk menjajaki kerja sama distribusi, kontrak ekspor jangka panjang, serta memperluas jaringan bisnis di pasar Asia.

Tantangan UKM dalam Menembus Pasar Internasional

Meski memiliki potensi besar, UKM Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memasuki pasar global. Menurut Muhammad Iqbal, Direktur Commercial Banking BNI, akses pasar memang masih menjadi kendala utama. Selain itu, kesiapan produk, pemahaman regulasi internasional, serta jaringan distribusi juga menjadi faktor penentu keberhasilan ekspor.

Baca Juga:  Ramadan Executive Dialogue BNI 2026: Analisis Pergerakan Pasar dan Strategi Bisnis Terkini

Tips bagi UKM yang Ingin Ekspor ke Korea

Bagi UKM yang tertarik menembus pasar Korea Selatan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar ekspor berjalan lancar dan sukses.

1. Penuhi Standar Produk Ekspor

Produk harus memenuhi standar keamanan pangan dan kemasan internasional. Sertifikasi seperti HACCP dan ISO sangat dibutuhkan untuk menembus pasar Asia.

2. Pahami Regulasi dan Budaya Konsumen

Setiap negara memiliki regulasi yang berbeda. Memahami budaya konsumen Korea dan regulasi impor sangat penting agar produk tidak ditolak di pintu masuk pasar.

3. Manfaatkan Platform Digital

Gunakan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. BNI Xpora menyediakan marketplace digital yang bisa dimanfaatkan UKM untuk memasarkan produk secara global.

4. Bangun Jaringan dengan BNI

BNI memiliki jaringan luas di berbagai negara. Dengan bergabung dalam program BNI Xpora, UKM bisa mendapat akses ke berbagai peluang ekspor yang tersedia.

Prospek Ekspor ke Korea Selatan

Korea Selatan merupakan salah satu pasar yang menjanjikan bagi produk Indonesia. Negara ini memiliki daya beli tinggi dan permintaan besar terhadap produk makanan dan minuman berkualitas. Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang memadai, UKM Indonesia bisa terus berkembang dan bersaing di pasar global.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Juni 2026. Perubahan kebijakan, regulasi, atau kondisi pasar dapat mempengaruhi situasi yang terjadi di lapangan. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lebih lanjut melalui sumber resmi terkait sebelum mengambil keputusan bisnis.

Rosatyani Puspita
Jurnalis

Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.