Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang dikenal dengan Danantara, mulai memperlihatkan hasil nyata dari upaya pembenahan dan konsolidasi BUMN. Langkah-langkah strategis yang diambil sejak beberapa tahun lalu kini mulai membuahkan manfaat, terutama dalam hal efisiensi biaya dan peningkatan laba sejumlah perusahaan pelat merah.
Presiden Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia menyebut bahwa penghematan biaya overhead BUMN telah melampaui angka Rp50 triliun. Angka ini menjadi salah satu indikator awal bahwa langkah perampingan dan reorganisasi BUMN di bawah Danantara mulai menunjukkan dampak positif.
Efisiensi BUMN di Bawah Danantara
Efisiensi yang dicatat bukan angka sembarangan. Penghematan ini berasal dari berbagai komponen biaya operasional yang selama ini menjadi beban besar bagi BUMN. Dari gaji direksi dan komisaris hingga biaya sewa gedung, kendaraan, dan perjalanan dinas, semua direview ulang untuk memastikan tidak ada pemborosan.
1. Penghematan Biaya Overhead
Salah satu sumber penghematan terbesar berasal dari pengurangan jumlah posisi direksi dan komisaris di berbagai BUMN. Dengan konsolidasi struktur organisasi, tidak hanya biaya gaji yang berkurang, tetapi juga efisiensi waktu dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat.
2. Penyederhanaan Sewa dan Fasilitas
Sewa gedung dan kendaraan yang selama ini menjadi pos pengeluaran besar kini mulai disederhanakan. Banyak BUMN yang mengalihkan penggunaan fasilitas bersama atau memindahkan kantor ke lokasi yang lebih strategis namun lebih hemat biaya.
3. Efisiensi Perjalanan Dinas
Perjalanan dinas yang selama ini sering dikritik karena boros kini dikelola lebih ketat. Penggunaan tiket ekonomi, pembatasan jumlah hari perjalanan, dan pemanfaatan teknologi untuk rapat virtual menjadi kebijakan yang diterapkan.
Peningkatan Laba BUMN
Selain efisiensi, kinerja finansial sejumlah BUMN juga mulai menunjukkan perubahan positif. Laba bersih beberapa perusahaan pelat merah meningkat secara signifikan sepanjang tahun 2025 dan awal 2026.
1. BUMN Sektor Energi
Perusahaan-perusahaan di sektor energi seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) mencatatkan peningkatan laba berkat optimalisasi operasional dan efisiensi subsidi. Penyesuaian tarif listrik dan pengelolaan subsidi minyak secara lebih tepat sasaran turut berkontribusi.
2. BUMN Sektor Perbankan
Bank BUMN seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN juga menunjukkan performa laba yang baik. Peningkatan kualitas aset, pengurangan non-performing loan (NPL), dan peningkatan layanan digital menjadi faktor utama.
3. BUMN Sektor Infrastruktur
Perusahaan infrastruktur seperti PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Adhi Karya mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat. Proyek-proyek infrastruktur besar yang dikerjakan selama tahun lalu mulai memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan.
Perbandingan Capaian Efisiensi dan Laba BUMN
Berikut adalah rincian perbandingan efisiensi dan laba BUMN sebelum dan sesudah intervensi Danantara.
| Komponen | Sebelum Danantara (2023) | Setelah Danantara (2026) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Total Biaya Overhead | Rp 200 triliun | Rp 145 triliun | -27,5% |
| Laba Bersih BUMN | Rp 80 triliun | Rp 130 triliun | +62,5% |
| Jumlah Karyawan Manajerial | 12.000 orang | 9.500 orang | -20,8% |
| Sewa Gedung Tahunan | Rp 15 triliun | Rp 10 triliun | -33,3% |
Tantangan dan Respons Terhadap Keraguan Publik
Sejak awal pembentukan Danantara, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan efektivitas konsolidasi aset negara. Ada kekhawatiran bahwa penggabungan BUMN justru akan memperlambat inovasi dan mengurangi daya saing.
Namun, capaian efisiensi dan peningkatan laba beberapa BUMN menjadi jawaban awal atas keraguan tersebut. Dengan pendekatan yang lebih profesional dan berbasis data, Danantara berhasil menunjukkan bahwa BUMN bisa menjadi perusahaan yang efisien dan menguntungkan.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Langkah strategis lainnya adalah kolaborasi antara Danantara dan pemerintah daerah. Salah satunya adalah penandatanganan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk percepatan pembangunan Pusat Studi Energi dan Lingkungan (PSEL). Inisiatif ini menunjukkan bahwa Danantara tidak hanya fokus pada efisiensi internal, tapi juga berkontribusi pada pembangunan daerah.
Proyeksi ke Depan
Dengan pencapaian yang sudah diraih, ekspektasi terhadap kinerja BUMN ke depan pun semakin tinggi. Danantara berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan optimalisasi portofolio BUMN agar lebih produktif dan berdaya saing global.
Peningkatan laba dan efisiensi bukan tujuan akhir, tapi langkah awal untuk membangun fondasi BUMN yang kuat dan berkelanjutan. Dengan begitu, BUMN bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang benar-benar produktif.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi hingga tahun 2026. Angka efisiensi dan laba bisa berubah seiring perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.
