Beranda » Nasional » Harga Minyak Global Turun Tipis Setelah Empat Minggu Penurunan Berturut-Turut

Harga Minyak Global Turun Tipis Setelah Empat Minggu Penurunan Berturut-Turut

Harga minyak dunia bergerak tipis pada perdagangan Kamis, 3 Juli 2026, menjelang libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Pergerakan ini terjadi setelah empat pekan berturut-turut mengalami tekanan, yang membawa harga kembali ke level sebelum ketegangan Iran memanas.

Pasaran minyak sempat terkoreksi tajam sejak pertengahan Juni lalu. Namun, situasi mulai stabil seiring meningkatnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Kondisi ini meredam kekhawatiran gangguan pasokan energi global, meski ketegangan antara AS dan Iran belum sepenuhnya reda.

Pergerakan Harga Minyak Dunia

Mengutip data dari Investing.com per Jumat, 3 Juli 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik tipis ke level USD71,60 per barel. Sementara itu, kontrak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus turun 0,2 persen menjadi USD68,47 per barel.

Pergerakan harga sepanjang tahun ini cukup mencerminkan volatilitas pasar. Pada kuartal pertama 2026, Brent sempat melonjak 94,5 persen, mencatat kenaikan kuartalan terbaik sejak 1990. Namun, tren berbalik tajam pada kuartal kedua. Harga Brent terperosok 38 persen, mencatat penurunan terburuk sejak krisis 2020.

1. Penyebab Pelemahan Harga Minyak

Beberapa faktor utama menyebabkan tekanan pada harga minyak dunia dalam beberapa pekan terakhir:

  1. Diplomasi AS-Iran yang Membuka Jalur Pelayaran

    • Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran di Prancis pada 17 Juni 2026 membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
    • Lalu lintas kapal tanker kembali stabil, mengurangi risiko gangguan pasokan global.
  2. Produksi Minyak AS yang Meningkat

    • Data dari Badan Informasi Energi AS menunjukkan produksi minyak mentah domestik naik ke rekor 13,93 juta barel per hari pada April 2026.
    • Lonjakan produksi ini memperkuat indikasi bahwa pasar global masih dibanjiri pasokan.
  3. Permintaan yang Relatif Stabil

    • Indeks Komoditas Tiongkok naik 0,5 persen, dengan komponen energi juga mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen.
    • Permintaan energi global tetap solid meski harga minyak melemah.
Baca Juga:  Kebijakan Insentif Mobil Listrik Harus Ditingkatkan Mengingat Anjloknya Harga BBM Internasional yang Mencapai 15 Persen

2. Dinamika Geopolitik dan Dampaknya

Meski ketegangan antara AS dan Iran mereda, situasi tetap rawan. Serangan bersilang pada awal pekan ini sempat memicu keresahan di pasar. Namun, pembicaraan teknis tidak langsung di Doha membawa angin segar.

Negosiasi yang berlangsung positif membahas kelancaran distribusi barang melalui Selat Hormuz serta langkah-langkah membangun kepercayaan. Qatar sebagai mediator menyebut kedua belah pihak sepakat melanjutkan pembicaraan.

Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz kembali stabil sejak penandatanganan MoU. Pada 1 Juli 2026, tercatat 34 penyeberangan kapal yang telah terverifikasi. Hingga Kamis, 3 Juli, lalu lintas LNG dari negara eksportir Teluk tetap berjalan normal.

Pasokan Global yang Melimpah

Produksi minyak AS terus menunjukkan tren positif. Pada April 2026, produksi mencapai rekor 13,93 juta barel per hari. Angka ini menjadi salah satu faktor yang menekan harga minyak global.

Bulan Produksi Minyak AS (juta barel/hari)
Februari 13,75
Maret 13,85
April 13,93

Data di atas menunjukkan kenaikan yang konsisten, menandakan bahwa Amerika Serikat semakin kuat sebagai produsen minyak global.

3. Respons Pasar dan Ekspektasi ke Depan

Analis dari ANZ menyatakan bahwa meredanya ketegangan geopolitik telah mengurangi risiko gangguan pasokan. Namun, ketidakpastian di Timur Tengah masih menjadi faktor penopang harga.

Permintaan energi global tetap solid. Indeks Komoditas Tiongkok yang naik 0,5 persen menunjukkan bahwa permintaan energi belum melambat meski harga minyak melemah.

Baca Juga:  Harga minyak global melonjak 2,2 persen, Brent capai USD115 per barel

Selain itu, pelaku pasar kini menantikan langkah dari produsen besar yang diperkirakan akan meningkatkan produksi pada Agustus 2026. Kebijakan ini berpotensi menambah tekanan pada harga minyak jika pasokan terus bertambah di tengah permintaan yang stabil.

Tabel Perbandingan Harga Minyak Dunia (Juli 2026)

Jenis Minyak Kontrak Harga (USD/barel) Perubahan (%)
Brent September 71,60 +0,1
WTI Agustus 68,47 -0,2

Harga minyak dunia saat ini berada dalam kisaran yang relatif stabil. Brent bergerak di atas USD71 per barel, sedangkan WTI berada di bawah USD69 per barel.

Penutup

Harga minyak dunia kini berada dalam fase konsolidasi. Empat pekan tekanan yang terjadi sejak pertengahan Juni 2026 mulai mereda berkat penurunan ketegangan geopolitik dan pulihnya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, pasar tetap waspada. Produksi minyak AS yang terus meningkat dan ekspektasi peningkatan pasokan global menjadi ancaman bagi pemulihan harga. Di sisi lain, permintaan energi yang tetap solid menjadi penyangga utama.

Disclaimer: Data harga minyak dan produksi dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan produsen global. Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berbeda dengan data aktual di pasar.

Eduardo Simorangkir, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis profesional dengan keahlian editorial, investigative reporting & digital media.
Jurnalis

Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.